Jumat, 16 Juni 2023
Home »
yunani kuno
» yunani kuno
yunani kuno
By video bobo Juni 16, 2023
yunani yaitu pusat peradaban tertua di Eropa.
Tingginya tingkat peradaban Yunani itu dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu keadaan alamnya,
penduduknya dan lain sebagainya.Daerah Yunani terletak diujung tenggara benua Eropa. Sebagian
besar kepulauan di laut Aegea dan Laut Ionia masuk wilayah Yunani. Di sebeelah utara, Yunani
berbatasan dengan Albania, Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki di daratan Eropa. Di sebelah timur,
Yunani dikelilingi oleh Laut Aegea, di sebelah selatan dengan Laut Tengah, dan di sebelah barat dengan
Laut Ionia. Yunani beriklim Laut Tengah yang nyaman.Bangsa Yunani yaitu pencampuran darah
antara bangsa pendatang dari padang rumput sekitar Laut Kaspia dan penduduk asli yang
mengusahakan pertanian. Bangsa-bangsa pendatang itu yaitu rumpun bangsa Indo-Jerman.
Mereka dikenal dengan nama bangsa Hellas yang terdiri atas suku bangsa Duria, Achaea, Aeolia, dan
Ionia.Pada masa kejayaan Yunani (476-338 SM) banyak dibangun kuil dengan gaya Doria. Athena
Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan ini melakukan beberapa
pembaruan antara lain menghapus perbudakan dan memulihkan hak rakyat sipil. Jika di Sparta para
warga memiliki kewajiban untuk melayani Negara sepenuhnya, maka di Athena hak warga Negara
dijamin oleh Negara. Kegiatan serta perhatian setiap warga Sparta hanya ditujukan untuk tugas-tugas
pemerintahan dan pertahanan Negara, sedangkna warga Athena sangat besar perhatiannya terhadap
kemajuan seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dan filsafat.
Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis
maksud peradaban. Bukan sahaja ejaan dan
sebutan yang berbeda, makna dan konsep
peradaban turut berbeda antara satu bahasa
dengan bahasa yang lain. Misalnya, istilah
kulture dalam bahasa Jerman membawa makna
peradaban, manakala istilah culture dalam
bahasa Inggeris merujuk kepada kebudayaan.
Keadaan seperti ini menunjukkan bahawa setiap
bahasa memiliki persepsi tersendiri terhadap
istilah peradaban.
Peradaban yaitu tahapan tertentu dari
kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah
mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh
tinggkat ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
yang sudah maju. Ciri utama yang mendasari
sesebuah peradaban ialah pertumbuhan bandar
atau kota. Istilah-istilah yang membawa makna
peradaban seperti civitas, maddana atau hadarah
dan nakarikam menggambarkan kehidupan di
bandar. Hal ini karena ciri-ciri kehidupan di
bandar itu lebih kompleks yang melahirkan
pengkhususan kerja, inovasi dan kemajuan
dalam pelbagai bidang.
Ciri kedua yang perlu dimiliki
oleh masyarakat beradap ialah memiliki
tingkahlaku yang luhur dan murni. Hal ini telah
ditegaskan melalui perkataan civilize dalam
bahasa Inggeris dan adab serta adbun dalam
bahasa Arab. Begitu juga dengan Syed Naguib
yang menekankan kepada kehalusan tatasusila
bagi mencerminkan masyarakat bertamadun
atau beradab.
Kemajuan dalam berbagai bidang
yaitu ciri ketiga untuk membuktikan
bahawa sesebuah masyarakat itu bertamadun.
Rom misalnya terkenal dengan unsur seni bina
dan undang-undang, Athens pula melahirkan
ahli-ahli falsafah manakala kerajaan bani
Abbasiyah semasa pemerintahan Harun al-
Rasyid memberi sumbangan yang besar dalam
bidang intelektual.
Konsep peradaban kurang lengkap
jika definisinya tidak dimasukkan unsur-unsur
kemajuan material dan spritual. Pencapaian
dalam bidang material seperti unsur seni bina,
pentadbiran yang berkesan, pencapaian ilmu
pengetahuan dan sebagainya perlu disertai
dengan unsur-unsur moral atau kerohanian.
Berlandaskan fenomena tersebut maka
peradaban yunani kuno menarik untuk dikaji
lebih lanjut agar dapat menambah khasanah
keilmuan sejarah peradaban dunia.
Bangsa Yunani Kuno memiliki peradaban
yang tinggi. Peradaban bangsa Yunani inilah
yang kemudian dikembangkan oleh bangsa
Barat. Peradaban bangsa Yunani ini meliputi
kebudayaan Kreta, Polis, sistem kepercayaan,
dan hasil-hasil kebudayaan. Yunani dikelilingi
oleh Laut Aegea dan Laut lonea. Yunani
terdiri atas dua bagian, yaitu Yunani Daratan
dan Yunani Kepulauan. Yunani Daratan terdiri
atas beberapa pegunungan, daerahnya
terpecah-pecah, pantainya berteluk-teluk, dan
airnya tenang. Oleh karena itu, Yunani sangat
cocok untuk pelabuhan. Sementara itu, Yunani
Kepulauan berada di Laut Aegea, daerah ini
terdiri dari pulau-pulau. Di antara pulau-pulau
tersebut terdapat Pulau Kreta. Pulau Kreta
yaitu awal perkembangan kebudayaan di
Yunani dan Romawi.
1. Peradaban Pulau Kreta (2600 SM-1500 SM)
Sejarah Eropa Kuno berawal dari
kehidupan masyarakat Pulau Kreta yang
terletak di sebelah selatan Yunani dengan
pusat pemerintahannya di Knossus. Selain
Knossus masih ada kota-kota besar yang lain
yaitu Phaestos, Tylissos, Hanos. Letak Pulau
Kreta sangat strategis, yaitu di tengah-
tengah jalur pelayaran antara Mesir,
Yunani, dan Mesopotamia. Keadaan tersebut
dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Kreta
untuk hidup dari sektor pelayaran dan
perdagangan. Selain itu, Pulau Kreta menjadi
jembatan budaya antara Asia, Afrika, dan Eropa.
Penduduk Pulau Kreta berasal dari Asia
eCecil. Pada 3000-1500 SM, mereka telah
memiliki kebudayaan yang tinggi.
Kebudayaan dibangun akibat adanya kekuatan
maritim. Moereka memiliki armada laut yang
kuat untuk mempertahankan daera hnya.
Rakyatnya hidup dari perdagangan di Laut
Aegea dan Laut Tangah bagian timur.
Kebudayaan Pulau Kreta disebut
"Kebudayaan Minos." Nama ini diambil dari
nama Minos, yaitu "Raja Pulau Kre-ta" yang
berkedudukan di Kota Knosus.
Hasil kebudayaannya berupa
arsitektur, seni patung, dan seni kerajinan.
Arsitektur ini didapat di istana bear di
Knosus. Dinding-dindingnya diwarnai
dengan lukisan berwarna dari cat air. Istana
tersebut dibangun oleh Raja Minos pada
1600 SM. Di Knossus ditemukan juga
tempat pemandian. Bangsa Yunani telah
memiliki seni kerajinan keramik yang indah.
Sejarah Pulau Kreta juga dapat diketahui
dari karya sastra berupa legenda dan mitologi
karangan penyair Homerus yang berjudul llliad
dan Odysseia. Homerus menceritakan Pulau Kreta
yang indah pernah memiliki tidak kurang dari 90
kota. Uraian tersebut diperkuat oleh Sir Arthur
Evans dari Inggris yang pertama kali melakukan
penggalian pada 1878. Penggalian tersebut
menemukan bukti-bukti arkeologis mengenai
kejayaan Pulau Kreta pada masa lalu. Kegiatan
pelayaran dan perdagangan telah mendatangkan
tingkat kemakmuran yang tinggi bagi masyarakat
Pulau Kreta. Kota-kota pusat perdagangan
seperti Knossus dan Phaestos telah tertata
dengan baik. Bangunan gedung pada umumnya
terbuat dari bata serta ada bangunan yang
bertingkat.
Di Knossus ditemukan reruntuhan istana
yang berbentuk labirin (rumah siput). Labyrinth
(labirin) berasal dari kata "Labrys" yang berarti
"mudah tersesat." Bangunan istana didesain
sedemikianan rupa agar seseorang yang masuk
akan mudah tersesat karena susunan kamar-
kamar, ruangan dan lorongnya yang rumit.
Struktur ruangan yang rumit akan menghalangi
para penjahat yang masuk istana dan ingin
menjarah kekayaan istana. Selain itu, letaknya
yang strategis tidak menutup kemungkinan Pulau
Kreta menjadi incaran bangsa lain.
Masyarakat Pulau Kreta juga mengenal
seni lukis fresko, seni porselin/gerabah, seni
pahat pada gading atau media yang lain dan
seni kerajinan logam. Karya seni ini juga
menghasilkan peralatan rumah tangga,
misalnya alat pertukangan, sepatu, pengecoran
logam dan lain-lain. Masyarakat Kreta juga
telah mengenal bentuk tulisan yang disebut
tulisan Minos. Nama Minos berasal dari nama
seorang raja besar di Pulau Kreta, bahkan
kebudayaan Pulau Kreta akhirnya disebut
kebudayaan Minoa. Meskipun telah
ditemukan peninggalan tulisan namun
sampai sekarang belum berhasil dibaca. Hal
ini memicu sejarah Pulau Kreta belum
dapat diungkap secara jelas.
Kejayaan kebudayaan Kreta mencapai
puncaknya pada masa Raja Minos (periode
Minoan). Pada waktu itu Raja Minos menguasai
Laut Aegea, hingga Swedia. Raja Minos mampu
menyatukan dataran Eropa, Asia, dan Afrika.
Kerajaan Minos telah memanfaatkan letak
geografisnya yang strategis, mengembangkan
bidang pelayarannya dan memperkuat armada
lautnya. Armada ini yaitu angkatan laut
pertama di dunia. Kehebatan armada
maritim Minos telah berhasil membuat
kerajaan ini membina hubungan dagang yang
baik dengan Mesir, Syria, Babylon, Asia
Kecil, dan lain-lain, bahkan menjadi negara
yang menguasai lautan. Berbagai kepulauan di
Laut Aegea ramai-ramai membina hubungan
denigan pertukaran duta negara, Swedia
bahkan menyetor upeti pada Minos. Bangsa
ini akhirnya hancur karena bencana alam.
Pada abad ke-15 SM kerajaan di
Pulau Kreta mengalami keruntuhan.
Menurut dugaan para ahli faktor penyebab
runtuhnya perabadan Pulau Kreta karena
bencana alam. Sekitar abad ke-15 SM Gunung
Thera yang letaknya 100 km di Utara Pulau Kreta
meletus dan memuntahkan lava dan abu yang
menutupi angkasa. Abu vulkanik tersebut
menghalangi aktivitas kehidupan serta
mematikan berbagai tumbuh-tumbuhan. Selain
bencana alam, faktor lain yaitu invasi
bangsa pendatang. Pulau Kreta diserang oleh
bangsa Mikene. Mereka meniru kebudayaan
orang-orang Minos. Hal ini terbukti dengan
peninggalannya berupa:
a. Istana yang memiliki 60 kamar.
b. Thallos, kuburan yang berbentuk sarang
le.bah.
c. Gerbang singa dari Mikene. Gerbang
singa ini yaitu sebuah pintu gerbang
yang di bagian atasnya dihiasi dengan dua
buah patung singa.
Pada 1000 SM, Pulau Kreta
kedatangan bangsa pengembara dari suku
Achaea, lonia, Aeolia, dan Doria. Suku yang
terkenal ialah suku lonia. Suku lonia kemudian
bercampur dengan penduduk ash.
Percampuran inilah yang menurunkan bangsa
Yunani.
Setelah runtuhnya peradaban Pulau
Kreta, sejarah Eropa Kuno berkembang di
daratan Yunani. Semula berada di Kota Mycena
yang sebelumnya yaitu wilayah
kekuasaan Kreta. Itulah sebabnya Pulau Kreta
disebut sebagai jembatan budaya Asia, Afrika dan
Eropa.
Pada 1967, arkeolog Amerika berhasil
menggali sebuah kota perdagangan di bawah
lapisan abu gunung berapi di Pulau Santorini
setebal 60 m. Setelah diteliti, kota ini terkubur
pada 1500 SM oleh abu ledakan gunung berapi.
Bisa jadi letusan itu yaitu letusan
gunung api paling dahsyat sepanjang sejarah
manusia. Was area yang ditutup oleh abu
letusan itu mencapai 62,5 kmz. Dalam sekejap
kota di atas pulau tersebut tertimbun abu
vulkanik. Peristiwa ini berpengaruh pada
pesisir Laut Tengah dan pulau-pulau di
sekitarnya. Berdasarkan catatan, Mesir pada
waktu itu diselimuti oleh kegelapan sepanjang
hari selama 3 hari berturut-turut. Ledakan
tersebut mengakibat-kan gelombang tsunami,
dengan ombak mencapai 50 m. Gelombang
dahsyat tersebut telah menenggelamkan
seluruh kota dan desa di atas Pulau Kreta,
termasuk juga Kerajaan Minoan.
Pada 1980, arkeolog Inggris berhasil
me nemukan sisa reruntuhan sebuah istana di
Knossos, di Pulau Kreta. Was arealnya sekitar
2 hektar, dengan ratusan bangunan rumah di
dalamnya, yang dihubungkan dengan banyakjalan
dan lorong. Struktur bangunannya sangat rumit
dan belum pernah dijumpai sebelumnya. Di
tengah terdapat sebuah lambang bergambar
sepasang kapak. Para peneliti sependapat
bahwa ini yaitu Istana Kapak Ganda
milik Raja Minos (dalam cerita kuno Yunani
pernah disinggung adanya lambang kapak ganda
sebagai simbol istana yang terdapat di Pulau
Kreta). Dinding-dinding di bagian dalam istana
dipenuhi dengan lukisan yangindah dengan corak
cerah yang mencerminkan kemegahan
ker.rja.rn pada masa tersebut dan kemakmuran
kala itu.
Penemuan peralatan dari bahan logam dan
keramik menandakan penduduk Kreta telah
mengenal seni yang sangat maju. Hal yang
paling menarik perhatian dari penemuan tersebut
yaitu lempengan lempengan terbuat dari
tanah liat yang berukir abjad, salah satu di
antaranya bertuliskan: Swedia telah
mempersembahkan 7 orang wanita, anak lelaki
dan perempuan masing-masing satu orang. Para
arkeolog pun berhasil menemuka n
tumpukan tulang manusia yang jumlahnya
mencapai 200 potong lebih, yaitu
tulang tengkorak anak yang berusia antara 10-
15 tahun, yang masih meninggalkan bekas
dibunuh dengan benda taj am. Setelah itu, para
arkeolog menemukan sebuah biara
pemujaan. Dalam temuan itu terbukti bahwa
penduduk Kreta telah melakukan pemujaan
dengan mengorbankan manusia hidup.
Di dalam biara tersebut ditemukan berbagai
jenis wadah dari bahan keramik yang digunakan
untuk melakukan pemujaan, di atas meja
pemujaan tergeletak seonggok tengkorak dari
seorang remaja dengan tinggi badan sekitar 165
cm. Di samping meja pemujaan tersebut juga
ditemukan ada wadah tempat menampung darah
dari sang korban dan sebilah pisau dari tembaga
yang digunakan untuk membunuh.
Sementara didekat lokasi terdapat
seonggok tumpukan tengkorak lain dengan
posisi kepala menengadah ke atas,
mengenakan cincin perak di salah satu jarinya,
dan seonggok lagi te-ngkorak yang sedang
rnenutupi wajah sang korban, mungkin yaitu t
ulang tengkorak sang ketua upacara beserta
asistennya.
Tidak jauh dari tempat itu ada
sekumpulan tulang tengkorak yang
serampangan, yang diduga yaitu para
pejabat dan pembantu, yang tidak sempat lagi
melarikan diri pada saat bencana terjadi dan mati
di tempat itu. Dilihat dari keadaan situs
temuan tersebut, arkeolog menyimpulkan
bahwa pada saat para penduduk Kreta sedang
melangsungkan upacara pengorbanan manusia
hidup, yang bertujuan untuk memohon agar
terhindar dari bencana, malah justru telah
mengundang terjadinya gempa dan bencana
dahsyat. Bencana tersebut telah merobohkan
seketika atap tempat upacara berlangsung dan
menimpa semua orang yang ada di dalamnya.
Tumbuh dan Berkembangnya peradaban
Yunani
Yunani yaitu salah satu pusat
peradaban tertua di Eropa. Daerah Yunani
terletak di ujung tenggara Benua Eropa. Sebagian
besar kepulauan di laut Aegea dan laut lonia masuk
wilayah Yunani. Di sebelah utara, Yunani
berbatasan dengan Albania, Yugoslavia, Bulgaria,
dan Turki di daratan Eropa. Di sebelah Timur,
Yunani dikelilingi oleh Laut Aegea, disebelah
selatan dengan laut tengah, dan di sebelah barat
dengan Laut lonia. Yunani beriklim laut tengah
yang nyaman.
Peradaban Yunani lahir di lingkungan
geografis yang sebenarnya tidak mendukung.
Tanah Yunani tidak seperti Mesopotamia,
Huang Ho, ataupun Mesir yang subur. Yunani
yaitu tanah yang kering, dengan banyak
benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang
yang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta
pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan
sangat jarang turun di Yunani.
a. Kehidupan masyarakat
Tanah Yunani yang bergunung-gunung
pada umumnya kurang subur. Di lereng
pegunungan masyarakat dapat menanam
gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang
subur, para petani (disebut colonus)
meninggalkan negerinya dan mendirikan
daerah koloni di sekitar Yunani. Daerah koloni
Yunani antara lain Italia Selatan, Mesir, Palestina,
dan Asia Kecil (Turki sekarang).
Dari kegiatan tersebut muncul istilah
kolonialisme. Antarkaum kolonis dengan
negeri induknya tetap terjalin hubungan.
Selain kegiatan pertanian, masyarakat
Yunani juga mengembangkan perekonomian
melalui kegiatan pelayaran darn perdagangan
karena letaknya yang strategis di perairan Laut
Tengah Kehidupan masyarakat Yunani yang
mendiami wilayah beriklim mediteran yang
selalu hangat dan segar memungkinkannya
bersikap optimis dan berwaLak riang.
Suasana langit yang terang tanpa banyak
awan di daerah Attica (Athena) juga
memicu semangat penduduknya tinggi
dan kreasinya menonjol. Itulah sebabnya di
Athena berkembang pesat kebudayaan baik di
bidang seni maupun ilmu pengetahuan dan
filsafat.
b. Polis
Bangsa Yunani Kuno terdiri atas
berbagai suku bangsa. Mereka mendiami
wilayah yang disebut "negara kota" atau
"polis." Polis yaitu sebuah kota yang terbentang
sebagai pusat kota dengan daerah pedesaan di
sekitarnya. Setiap polis didiami oleh
masyarakat merdeka dengan hak pemerintahan
sendiri. Polis pada hakikatnya yaitu sebuah
negara kecil yang merdeka. Di Yunani terdapat
tiga polis besar dan kuat yaitu Athena, Sparta, dan
Thebe.
Sebagian besar wilayah Yunani
bergunung-gunung sehingga antarwilayah
terpisah antara satu dengan ya ng lain.
Sebesar 30% dari luas wilayahnya berupa
daratan rendah yang terdapat di dekat iaut dan
terbentuk oleh endapan lumpur sungai.
Sisanya berupa jazirah, yaitu Peloponesos dan
Attica. Gunung-gunung dan teluk-teluk di
Yunani yang tak terhitung banyaknya
Halaman | 200
menghalangi komunikasi melalui darat.
Lembah-lembah dan daratan rendah yang
terpisahpisahyaitu unit-unit geografis dan
ekonorni yang bersifat alami, dan menjadi
pemisah kesatuan unit politik.
Bangsa Yunani yaitu campuran
antara penduduk asli dan pendatang yang berasal
dari padang rumput sekitar Laut Kaspia. Mereka
termasuk ras Indo-Jerman yang disebut bangsa
Hellas yang gagah berani. Mereka berimigrasi sejak
2000 SM, kemudian menetap di berbagai daerah.
Suku bangsa Doria menetap di Jazirah Peloponesos
dengan polis utamanya Sparta. Suku bangsa lonia
menetap di Jazirah Attica dengan polis utamanya
Athena. Suku bangsa Aeolia menetap di Yunani
Utara dengan polis utamanya Delphi.
Negeri yang berkembang mula-mula di
daratan Yunani yaitu kota perdagangan Mycena
yang semula yaitu daerah koloni Kerajaan
Kreta. Kemudian, berkembanglah ratusan polis di
Yunani. Hubungan antarpolis di Yunani antara lain
dalam perdagangan ataupun pertukaran ide/
gagasan yang kemudian membentuk peradaban
Yunani. Masyarakat Yunani bangga sebagai
warga kota. Mereka merasa superior sedangkan
yang tinggal diluar polis dianggap sebagai bangsa
barbar. Rasa superioritas itu kemudian tampak pada
masyarakat yang tinggal di polis-polis terkemuka di
Yunani antara lain Sparta dan Athena. Bangsa
Yunani sulit bersatu karena antarpolis saling
bersaing untuk memperebutkan puncak
kekuasaan. Namun, pada saat menghadapi
ancaman bangsa lain antara polis Sparta dan Athena
kemudian bersatu sehingga memperoleh
kemenangan.
c. Serangan bangsa Persia
Keberadaan polis-polis di Yunani
mengakibatkan mereka saling bersaing dalam
memperebutkan hegemoni dan kekuasaan atas
wiiayah Yunani. Tidaklah mengherankan apabila
di Yunani selalu terjadi peperangan di antara
sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang
tentara Persia yang akan menginvasi daerah
Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani
terutama Sparta dan Athena, bersatu untuk
menghadapi Persia tersebut.
Serangan bangsa Persia berlangsung tiga
kali antara 500-4HU w sehingga disebut Perang
Persia. Sebab perang yaitu Yunani membantu
daerah koloninya di Asia kecil yang menjadi
sasaran ekspansi Raja Persia bernama Darius
Agung. Peristiwa yang menarik pada Perang Persia
yaitu adanya lari marathon.
Pada serangan yang kedua, tahun 490 SM,
tentara Persia dapat dikalahkan oleh pasukan
Athena di dekat Kota Marathon. Prajurityang
bernama Feidippides mengabarkan berita
kemenangan ini dengan berlari sejauh 26 km
dari Marathon ke Athena. Untuk mengenang
peristiwa itulah maka di dunia dikenal lomba lari
marathon.
Beberapa periode dalam Perang Persia
Yunani sebagai berikut.
1) Perang Persia Yunani I (492 SM). Peperangan
antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena
armada tempur Persia dihancurkan oleh badai
dan terpaksa harus pulang kembali.
2) Perang Persia Yunani II (490 SM).
Pertempuran terjadi di Marathon,
pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh
bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari
sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena
dalam rangka berkonsolidasi dan meminta
bantuan.
3) Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia
datang kembali, dan pasukan Yunani
menghadapinya di Termopile. Persia dapat
dipukul mundur, namun Raja Sparta terbunuh
dalam pertempuran itu.
Pada 448 SM diadakan perdamaian
antara Yunani dan Persia. Dengan menangnya
Yunani atas Persia, maka hal ini membuat
kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu
pengetahuan serta adanya filsuf-filsuf. Hal ini
membuat Sparta iri se hingga terjadi Perang
Peloponessos yang membuat Athena kalah
sehingga membuat Yunani terpecah-pecah.
Dengan lemahnya Yunani membuat mudahnya
Yunani ditaklukkan oleh Kerajaan
Makedonia di bawah pimpinan Philipus pada
338 SM.
d. Sistem pemerintahan Yunani
Pada zaman kuno bangsa Yunani masih
terpecah dalam beberapa polis. Kota-kota di
Yunani dikelilingi oleh tembok pertahanan.
Hal ini yaitu tata pemerintahan gaya
Sparta dan Athena. Tata pemerintahan di Sparta
digariskan oleh Lycurgus (sekitar 900 SM) dan
bersifat aristokratis militer. Kaum bangsawan
memegang peranan dalam pemerintahan. Sejak
berumur tujuh tahun, anak-anak sudah
dijadikan anak negara dan memproleh
pendidikan militer. Mereka memiliki dewan
penasihat yang anggotanya terdiri atas orang-
orang tua (ephorus). Dewan rakyat tidak
memiliki peranan dalam tata pemerintah di
Sparta.
Sementara itu, tata pemerintahan Athena
digariskan oleh Solon (sekitar 600 SM) dan
sifatnya oligarkis demokratis. Pemerintahan berada
di tangan orang baik-baik, tetapi kekuasaan
berada di tangan rakyat. Solon mengeluarkan
peraturan yang menguntungkan rakyat, misalnya
meiarang perbudakan. Rakyat kecil diberi wakil
dalam Dewan Rakyat. Yunani memilki seorang
negarawan lain yang bernama Pericles (460-429 SM).
Untuk menjamin keamanan negerinya dari gangguan
bangsa asing, ia mengadakan perjanjian dengan
Sparta (446 SM). Untuk memakmurkan rakyatnya
perdagangan di atur dengan baik sehingga
Athena menjadi pusat kegiatan perdagangan di
Laut Tengah. Kemakmuran tersebut memicu
kebudayaan Yunani berkembang pesat.
Yunani tidak memiliki sistem
pemerintahan sentralisasi tetapi desentralisasi
karena tiap-tiap polis mengembangkan sistem
pemerintahan masing-masing. Sistem
pemerintahan dari dua polis terkemuka di
Yunani, yaitu Sparta dan Athena dengan konstitusi
yang berbeda sebagai berikut.
Konstitusi Sparta membagi masyarakat
rnenjadi tiga golongan yaitu Citizens, Helot, dan
Peiroikoi. Citizens yaitu orang-orang Sparta
yang jumlahnya antara 5-10% dari seluruh
penduduk. Mereka terdiri atas para penguasa
dan Itentara. Kaum Helot yaitu sebagian
besar dari penduduk yang bekerja sebagai
petani, buruh tani dan pelayan dari orang-orang
Sparta. Adapun Peiroikoi yaitu orang-orang
yang tinggal di pinggiran kota, hidup sebagai
petani, pedagang, dan bekerja di
pertambangan. Mereka menyukai kebebasan
pribadi. Citizens atau orang-orang Sparta
yaitu keturunan dari para penakluk (suku
bangsa Doria) yang datang dari arah utara menuju
Peloponesos. Mereka menduduki Dataran
Rendah Laconia yang paling subur serta
mendesak penduduk aslinya menjadi kaum
f le lo t dan Perioikoi.
Untuk menjaga kemungkinan timbulnya
pemberontakan baik dari dalam maupun dari
luar, penguasa pemerintahan Sparta selalu
siaga dan meningkatkan ketangguhan militernya
terutama pada masa pemerintahan Lycurgus
sekitar 625 SM. Sistem pemerintahan Sparta
yang militeristis ters ebut mengutamakan
latihan kemiliteran dan disiplin yang keras b-agi
masyarakat. Anak yang baru lahir menjalani
pemeriksaan fisik di depan Ephor. Bayi yang
cacat atau tidak sehat dibuang di gua-gua
atau di gunung-gunung dan dibiarkan mati
atau agar dipungut oleh orang-orang Helot.
Orang tua membesarikan anak laki-lakinya
sampai usia 7 tahun. Sesudah itu mereka
dumasukkan ke sekolah militer yang
diselenggarakan oleh negara. Mereka dididik
sebagai tentara yang tangguh. Pada usia 20
tah un mereka diizinkan menikah namun harus
menetap di barak/asrama tentara sampai usia 30
tahun untuk mengabdikan sepenuh hidupnya
sebagai tentara. Tugas sebagai tentara baru
berakhir sampai usia 60 tahun. Pada usia 30
tahun mereka menjadi warga negara yang
memiliki hak memilih. Dengan langkah tersebut
Sparta menjadi polls terkuat di seluruh Yunani.
Pemerintah Sparta dijalankan dua orang raja
sekaligus secara turun-temurun. Dewan yang
membantu panglima militer dan pemimpin
disebut Ephor sebanyak lima orang dan 28 orang
usia 60 sebagai orang yang mempersiapkan UU
yang akan diajukan dewan rakyat.
Warga Athena jauh berbeda dengan
Sparta. Athena memberikan jaminan kepada
warganya dan menghapuskan perbudakan.
Warga difokuskan untuk kemajuan seni,
teknologi, dan filsafat. Athena yaitu polis
yang menerapkan sistem demokrasi. Sistem itu
diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM).
Dengan sistem itu, kekuasaan berada di
tangan dewan rakyat. Pelaksanaan
pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang
archon yang setiap tahun diganti. Para archon
diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung)
yang para anggotanya berasal dari mantan
anggota archon. Athena menghasilkan banyak
filsuf yang pemikirannya sangat berpengaruh
pada kehidupan manusia hingga dewasa ini.
Para filsuf itu antara lain sebagai berikut.
• Thales, terkenal sebagai ahli matematika
dan astronomi. Thales dikenal dengan
perhitungannya tentang gerhana,
menghitung ketinggian piramida dan
menghitung bayangannya. Selain itu,
Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal
dari air.
• Anaximander, berpendapat bahwa segala
apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan
tunggal yang bukan air. Selain itu,
Anaximander berpendapat bahwa bumi itu
seperti silinder yang memiliki ukuran
lebih kecil darip ada matahari.
• Anoximenes, berpendapat bahwa bahan
pembentuk alam yaitu udara.
• Pytagoras, terkenal sebagai ahli
maternatika, dia percaya bahwa segala
sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan
tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pyta
goras berpendapat bahwa melalui
pengetahuan tentang b ilangan, kita akan
memahami tentang kenyataan.
• Heraclitus, seorang filsuf yang
mengembangkan pemikiran tentang logika.
• Parmenindes, mengemukakan pentingnya
logika dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan.
• Hippocartus, seorang filsuf yang ah li
dalam bidang kedokteran.
• Sokrates. Ajarannya tentang filsafat etika
atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar
untuk membahasnya. Sokrates mengajarkan
agar manusia dapat mernbedakan hal-hal
yang baik atau buruk, benar atau salah, dan
adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan
kepada anak muda yang diajaknya
berdiskusi. la akhirnya dihukum mati
dengan minum racun karena tuduhan
telah merombak dasar-dasar etika
masyarakat Yunani kuno serta tidak perc
aya kepada dewadewa yang disembah
masyarakat.
• Plato. Ajaran filsafatnya disebut filsafat
idea. la menulis banyak buku, salah
satunya berjudul Republica. Dalam buku
tersebut diuraikan tentang kebahagiaan
hidup yang dapat dicapai bila manusia
bekerja dengan wataknya dan wanita
diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat
pendidikar bernama Academus.
• Aristoteles yaitu murid Plato, yaitu
ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan.
Karyanya yang terkenal antara lain
Klasifikasi Flora don Fauna di Kepulauan
Aegea. Di bidang ketatanegaraan, ia
berpendapat bahwa sistem
pemerintahanyang baik yaitu republik.
Pemerintahan yang baik mengutamakan
kebahagiaan sebesar-besarnya untuk
seluruh rakyat. Aristoteles yaitu pendiri
pusat pendidikan ) bernama Peripatetis.
Salah seorang muridnya ialah Alexander
Agung, Raja Makedonia
Kepercayaan bangsa Yunani Kuno yaitu
Politeisme. Dewa tertinggi yaitu Dewa Zeus.
Zeus yaitu sumber kesusilaan, pelindung,
dan pencipta keadilan. Dewa-dewa lainnya yaitu
Ares (dewa perang), Apollo (dewa kesenian), Pallas
Athena (dewi pengetahuan), Aphrodite (dewi
kecantikan), Hermes (dewa perdagangan), Posiedon
(dewa laut), dan Artemis (dewa perburuan).
Menurut kepercayaan Yunani Kuno, Para dewa
bersemayam di Bukit Olympus.
Berbeda dengan sikap orang Timur
terhadap Dewa yang dipandang sebagai
pribadi yang disembah karena takut, masyarakat
Yunani menggambarkan dewa-dewa yang
disembahnya bertubuh dan berperilaku seperti
manusia. Bahkan orang Athena menyatakan
diri mereka sebagai keturunan Ion, yaitu anak
Dewa Apollo.
Menurut pandangan Yunani, dewa-
dewa itu memiliki tubuh seperti manusia
tetapi lebih besar, lebih indah serta tidak
dapat mati. Dewa-dewi memiliki sifat seperti
manusia, ada yang baik dan buruk. Dewa-dewi
berkeluarga, berperang, dan bersaing untuk
mempertahankan kekuasaan. Selain dewa-dewi
mereka juga memuja hero (pahlawan), yaitu
manusia setengah dewa yang sakti namun
dapat mati. Salah seorang hero yang terkenal
yaitu Hercules. Dewa dewi itu antara lain ada
yang tinggal di Bukit 0 lympus dipimpin oleh ciewa
tertinggi, yaitu Dewa Zeus yang beristri Hera,
yaitu dewi asmara. Untuk menghormati Dewa
Zeus, sejak 776 SM diselenggarakan pesta olah
raga selama 5 hari di Gunung Olympus, disebut
Olympiade. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh
polis baik di dataran Yunani maupun daerah-
daerah koloninya. Cabang olah raga yang
dipertandingkan meliputi lari. loncat, lempar
lembing, lempar peluru, lempar cakram, gulat,
pacuan kuda, dan lomba kereta kuda.
Pada malam hari diadakan pertunjukan
sandiwara/seni maupun digelar pasar malam.
Para atlit yang semuanya laki-laki bertanding
secara sportif. Atlit yang menjadi juara
mendapat hadiah dan penghormatan biasanya
berupa mahkota, deda unan, misalnya daun zaitun
di Kota Olympia, daun salam di Kota Delfi, dan
daun peterseli di Kota Argolis Selain itu, para
pemenang juga memperoleh berbagai hadiah
misalnya 100 buyung minyak zaitun.
Olympiade bermanfaat sebagai alat
pemersatu bagi bangsa Yunani. Pada saat
Olympiade yang 4 tahun sekali berlangsung,
setiap polis harus rnenjaga perdamaian dan
menghentikan peperangan. Selain pemujaan
terhadap Dewa Zeus dan keluarganya, di setiap
negara-kota (poJis) juga memiliki dewanya
masing-masing. Pemujaan dewa-dewa lokal
ini menjadi faktor pemisah masyarakat
Yunani. Oleh karena fungsinya sangat penting
sebagai sarana pemersatu maka pesta CDlympiade
di jadikan pesta olah raga dunia.
Karya sastra yang terkenal dari yunani kuno
ad alah dua buku cerita kepahlawanan, yaitu llliad
dan Odyssey karya Homerus (abad ke 8 SM).
Buku llliad menceritakan peperangan antara
Yunani melawan Troya yang berlangsung
selama 51 hari. Perang Troya yang dipicu
putri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran
Paris dari Troya. Akibatnya, terjadilah
peperangan antara Raja Agamemmon dari
Yunani dengan Raja Priamus dari Troya.
Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat
dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang
bernama Achilles. Tentara Yunani dapat
memenangkan perang melalui siasat "Kuda
Troya" atas ide Raja Odysseus.
Kuda Troya yaitu sebuah kuda kayu
raksasa yang di dalamnya digunakan untuk
bersembunyi tentara Yunani. Kuda tersebut
diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang
Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu
ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka
tentara Yunani berhamburan dan menyerang
secara mendadak. Sementara itu, armada yang
berpura-pura meninggalkan Troya datang
kembali ikut menyerbu. Akibatnya, pasukan
Troya mengalami kekalahaii.
Buku Odysse mengisahkan perjalanan
kembali tentara Yunani dari Perang Troya.
Odysseus yaitu pencipta kuda Troya. Kisah
perjalanan kembali tersebut yaitu kisah
empat puluh hari dari sepuluh tahun
peperangan Yunani melawan Troya. Karena
terlalu lama ditinggal oleh Oddysseus, maka
istrinya yang bernama Penelupe menikah lagi.
Sementara itu, putranya yang bernama
Telemachos telah menjadi dewasa dan berusaha
mengembara mencari ayahnya. Kedua kitab
saatra tersebut dapat disejarahkan dengan
kitab Mahabarata dan Ramayana dari India.
Perang Troya mengilhami Iskandar Agung
dalam usahanya mengalahkan Bangsa Persia.
Bagi bangsa Yunani kisah llliad dan Odyssey
ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat
pemersatu bangsa Yunani.
Selain seni sastra karya Homerus yang
bersifat wira carita (cerita kepahlawanan),
masyarakat Yunani juga menyenangi seni
drama.
Pada awalnya seni patung/pahat Yunani
menghasilkan patung Seperti patung bangsa
Mesir, kemudian dikemb angkan menjadi lebih
hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari
marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal
di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek
bangunan bernama Ikhtinus. Seni pahat
menghasilkan berbagai patung para dewa
maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa
Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain.
Pada masa pemerintahan Perikles seni
bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan
bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan.
Di Bukit Acropolis berdiri megah Kuil Parthenon
dan Kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat
patung Dewi Phalas Athena.
Di Olymphus dibangun kuil untuk
Dewa Zeus yang disebut Kuil Altis. Di
daerah koloni Yunani juga dibangun ku il,
misalnya Kuil Zeus di Italia Selatan dan kuil
Apollo di Milate. Selain kuil, peninggalan
bangunan Yunani adaiah gedung teater.
Teater yaitu panggung di lapangan terbuka
untuk pementasan misalnya komedi.
Penonton duduk di bangku-bangku yang
terbuat dari batu. Bagi masyarakat Yunani,
teater yaitu bagian pendidikan dan
setiap orang dianjurkan untuk menonton.
Polis Athena melahirkan banyak ahli
pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi
umat manusia. Tepatlah ungkapan Sokrates
yang menyatakan "Bila Anda ingin menemukan
orang kuat pergilah ke Sparta, tetapi bila Anda
ingin menjumpai orang pintar dan bijak,
datanglah ke Athena".
Masa Akhir Kejayaan Yunani
Peristiwa yang menandai Masa akhir
kejayaan Yunani sebagai berikut:
Perang Peloponesos 431-404 SM
Persaingan antar polis di Yunani
semakin menghebat dengan ditandai
terjadinya Perang Peloponesos. Perang
Peloponesos dikarenakan Polis Athena yang
memimpin persekutuan polis-polis di Jazirah
Attica (disebut Liga Delos) memiliki pengaruh
yang terlalu kuat baik di bidang politik
maupun ekonomi Yunani. Akibatnya,
banyak polis yang khawatir menjadi sasaran
ekspansi dan dikuasai Athena. Keadaan ini
memicu Sparta sebagai pemimpin
Liga Peloponesos bangkit memimpin polis-
polis lain rnenghadapi Athena.
Athena tangguh dengan angkatan
lautnya sedangkan Sparta kuat angkatan
daratnya. Perang mulai meletus pada 431 SM.
Dalam perang tersebut Sparta menebangi pohon
zaitun dan menghancurkan tanaman yang lain
untuk melumpuhkan ekono mi Athena.
Bencana lain yang dialami Athena yaitu
munculnya wabah penyakit akibat buruknya
sanitasi sehingga memicu ke matian
seperempat jumiah penduduk Athena termasuk
pemimpin Athena, yaitu Perikles, pada 429 SM.
Kematian Perikles turut memicu
lemahnya kepemimpinan Athena. Pada 404
SM Sparta dapat mengalahkan Athena
karena bantuan Persia. Perang saudara
tersebut dikisahkan oleh sejarawan
Thucydides secara ilmiah. la menulis
sejarah berdasarkan fakta dan mencoba
menuliskannya secara obyektif. Perang
tersebut mengakibatkan rapuhnya
pertahanan Yunani untuk menghadapi
ancaman dari luarberupa penaklukan oleh Raja
Makedonia.
Perang Peloponesos mengakibatkan
Yunani terpecah-pecah dan semakin lemah.
Dengan mudah pada 338 SM Raja Philipus
dari Makedonia dapat menaklukkan Yunani.
Philipus terbunuh dan digantikan oleh
putranya yang bernama Alexander Agung
yang memerintah pada 336-323 SM.
Alexander Agung menjadi raja pada usia 20
tahun. la yaitu murid Aristoteles. Cita-citanya
yaitu menguasai kerajaan dunia pada waktu
itu yang meliputi Eropa (Yunani), Afrika
(Mesir) dan Asia (Mesopotamia dan Persia).
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut
Alexander Agung memimpin pasukannya
melakukan berbagai penaklukan. Di setiap
daerah yang diduduki raja menganjurkan
prajuritnya menikahi putri setempat. Alexander
Agung menikahi Roxana, putri Raja Darius III
dari Persia, juga putri Persia yang lain bernama
Stateira.
Di wilayah kekuasaannya raja
memadukan budaya setempat dengan budaya
Yunani sehingga lahirlah budaya baru
disebut hellenisme. Alexander Agung juga
membangun kota-kota di wilayah
kekuasaannya yang semuanya diberi nama
Alexandria dan didirikan pula perpustakaan di
tiap kota tersebut. Salah satu Kota Alexandria
masih terdapat di Mesir hingga sekarang.
Pada 325 SM Alexander Agung
meninggal dunia. Sejak 323 SM pemegang
kekuasaan di sejumlah wilayah Kerajaan
Makedonia antara lain: Jenderal Antigomis
yang menguasai Makedonia dan Yunani,
Jenderal Seleucos menguasai Syria, dan
Jenderal Ptolomeus menguasai daerah Mesir.
Yunani yaitu pusat peradaban tertua
di Eropa. Tingginya tingkat peradaban Yunani
itu dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu
keadaan alamnya, penduduknya dan lain
sebagainya.Daerah Yunani terletak diujung
tenggara benua Eropa. Sebagian besar kepulauan
di laut Aegea dan Laut Ionia masuk wilayah
Yunani. Di sebelah utara, Yunani berbatasan
dengan Albania, Yugoslavia, Bulgaria, dan
Turki di daratan Eropa. Di sebelah timur, Yunani
dikelilingi oleh Laut Aegea, di sebelah selatan
dengan Laut Tengah, dan di sebelah barat
dengan Laut Ionia. Yunani beriklim Laut Tengah
yang nyaman.Bangsa Yunani yaitu
pencampuran darah antara bangsa pendatang
dari padang rumput sekitar Laut Kaspia dan
penduduk asli yang mengusahakan pertanian.
Bangsa-bangsa pendatang itu yaitu
rumpun bangsa Indo-Jerman. Mereka dikenal
dengan nama bangsa Hellas yang terdiri atas
suku bangsa Duria, Achaea, Aeolia, dan
Ionia.Pada masa kejayaan Yunani (476-338 SM)
banyak dibangun kuil dengan gaya DoriaAthena
Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon
(549 SM). Negarawan ini melakukan beberapa
pembaruan antara lain menghapus perbudakan
dan memulihkan hak rakyat sipil. Jika di Sparta
para warga memiliki kewajiban untuk
melayani Negara sepenuhnya, maka di Athena
hak warga Negara dijamin oleh Negara.
Kegiatan serta perhatian setiap warga Sparta
hanya ditujukan untuk tugas-tugas pemerintahan
dan pertahanan Negara, sedangkna warga
Athena sangat besar perhatiannya terhadap
kemajuan seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dan
filsafat.
Hasil pemikiran dan karya-karya filsafat
bangsa Yunani telah diterjemahkan dan
dipelajari hingga kini. Para Filsuf Yunani
dianggap sebagai konseptor yang meletakkan
dasar-dasar alam pikiran filsafat Eropa (Dunia
Barat).
Filsafat bangsa Yunani banyak
diterjemahkan dan ditafsirkan oleh para filsuf
Islamdan melalui kesusastraan Islam. Inilah
buah pikiran filsafat Yunani masuk ke Persia dan
negeri-negeri Asia Lainnya.
Bangsa Yunani percaya kepada adanya
Dewa-Dewi yang bertubuh seperti manusia,
tetapi lebih indah, lebih besar, dan tak dapat
mati. Para dewa-dewi memiliki sifat-sifat
seperti manusia biasa, seperti sifat-sifat yang
baik maupun yang buruk. Dewa-dewi inipun
berkeluarga dan memiliki keturunan. Mereka
saling berperang dan bersaing untuk
memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Di
samping, itu terdapat juga para hero atau tokoh-
tokoh setengah dewa, yang meskipun sakti
namun dapat mati. Hero yang terkenal yaitu
Achilles dan Herakles (Hercules).
Related Posts:
yunani kuno yunani yaitu pusat peradaban tertua di Eropa. Tingginya tingkat peradaban Yunani itu dipengaruhi oleh beberap… Read More